بِسْــــــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Pengajian Rutin Kecamatan Gedebage

Pengajian Rutin Kecamatan Gedebage
Pengajian Rutin Kecamatan Gedebage
Ini kabar lain yang tidak kalah menggembirakan. Kantor Urusan Agama Kecamatan Gedebage bekerjasama dengan Pemerintahan Kecamatan Gedebage memiliki agenda pengajian rutin. Dengan dikomandoi oleh Ketua Tim Penggerak Kecamatan Gedebage Ibu Herlina Zamzam Nurzaman, bekerjasama dengan KKMT, BKMM, dan Penyuluh Fungsional KUA Kecamaan Gedebage, telah melaksanakan pengajian rutin sebanyak 2 (dua) kali.

Pengajian tersebut diagendakan pelaksanaannya tiap hari Jumat. Pengajian tersebut terbuka untuk semua kalangan.

Pada tanggal 18 Februari 2011, Kepala KUA Kecamatan Gedebage bertindak langsung sebagai pembicara pada pengajian tersebut. (MGA/Gdbg).

Koordinasi Kerukunan Umat Beragama

Koordinasi Kerukunan Umat Beragama
Koordinasi Kerukunan Umat Beragama
Dalam rangka menyikapi berbagai kejadian yang bernuansa kekerasan atas nama agama, KUA Kecamatan Gedebage telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Bertempat di Pendopo Kecamatan Gedebage, pada tanggal 17 Februari 2011, KUA Kecamatan Gedebage yang diwakili Miptahudin, S.Th.I, dengan Kapolsek Gedebage, Ketua MUI, Para Pendeta, dan tokoh-tokoh Ormas Islam.

Semuanya telah menyatukan kesepahaman bersama. Semua bertekad akan melakukan deteksi dini dan pemantauan yang berjenjang, guna menghindari kejadian serupa di wilayah Gedebage. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, ada beberapa point yang akan dilaksanakan. Pertama, dibentuk sebuah wadah forum kominikasi antar umat beragama; Kedua, melakukan sosialisasi bersama terhadap masyarakat mengenai pentingnya membangun kerukunan antar umat beragama; Ketiga, melakukan koordinasi secara terpadu jika diduga kuat ada indikasi ketidakkondusifan di tengah masyarakat. Pada acara tersebut, dibahas pula agenda lain, yaitu pembinaan terhadap anggota Genk Motor yang diselenggrakan di Masjid Polsek Gedebage. (MGA/Gdbg).

Pengukuhan dan Orientasi KKMT Kecamatan Gedebage

Pengukuhan dan Orientasi KKMT
Pengukuhan dan Orientasi KKMT Kecamatan Gedebage
Bertempat di Aula Al-Hikmat, pada hari Kamis (10/02) yang lalu telah diselenggarakan Pengukuhan dan Orientasi Majelis Taklim se-Kecamatan Gedebage. Pengukuhan dilaksanakan oleh Kepala KUA Kecamatan Gedebage, Ahmad Nuryani, M.Ag, yang dihadiri oleh Drs. H. Mualif (Kasi Pekapontren Kemenag Kantor Kota Bandung), Drs. Zamzam Nurzaman, MM (Camat Gedebage), Ketua MUI Gedebage, dan berbagai tokoh masyarakat lainnya.

Setelah pengukuhan dilaksanakan, dilanjutkan dengan sajian materi orientasi. Bertindak sebagai pembicara pada orientasi tersebut yaitu Drs. H. Mualif dan Nana Rostiana, S.Ag (Penyuluh Fungsional Kota Bandung). Acara yang dihadiri lebih dari 150 orang jamaah majelis taklim se-Gedebage ini mendapat sambutan yang hangat dari Camat Gedebage. “Saya merasa bersyukur dengan telah dikukuhkannya pengurus KKMT Gedebage, semoga kehadirannya dapat membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan masyarakat Gedebage yang Islami dan kondusif”, demikian kata Camat Gedebage. (MGA/Gdbg).

Perkawinan Dan Keluarga Dalam Hukum Positif

Perkawinan Dan Keluarga Dalam Hukum Positif
Oleh: Ahmad Nuryani, M.Ag.

Perkawinan (baca: pernikahan) menurut pengertiannya sangatlah sederhana. Yaitu aqdun yatadhammanu ibâhata wath'in bi lafdzi inkâhin aw tazwîjin aw tarjamatihi, yang diartikan sebagai akad yang mengandung kebolehan wathi (hubungan badan) dengan mengucapkan lapal inkâh, tajwîj, atau terjemahannya. Jadi, dengan hanya mengucapkan kata-kata yang bermakna menikahi atau mengawini, dan telah terpenuhinya syarat dan rukun yang ditentukan, pernikahan telah menjadi sah.
Namun, ternyata pernikahan yang sah menurut agama dan tidak tercatat secara legal menurut hukum positif, membuka kemungkinan munculnya masalah di kemudian hari. Untuk menghindari berbagai masalah yang muncul di kemudian hari, maka Pemerintah mengaturnya dalam berbagai aturan hokum positif. Di antaranya:
  1. UU Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
  2. PP Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
  3. KMA Nomor 11 Tahun 2007 Tentang Pencatatan Nikah dan Rujuk
  4. Peraturan Direktur Jenderal Bimas Islam Departemen Agama Nomor: DJ.II/491 Tahun 2009
Pada praktiknya, upaya menghindari munculnya berbagai problem yang dapat merusak harmoni hubungan keluarga, maka dilakukan penasihatan, pembinaan, dan pemeliharaan perkawinan melalui lembaga BP4. Pembinaan tersebut dilakukan oleh pengurus BP4 atau pihak yang ditunjuk oleh pemerintah.
Demikian, semoga bermanfaat.
Wallâhu a'lam bi al-Shawâb.

Daftar Nikah Online

Daftar Nikah Online Kantor Urusan Agama Kecamatan Gedebage Kota Bandung Silahkan lengkapi kotak daftar di bawah ini untuk mendaftarkan diri sebagai pasangan calon pengantin (Catin) yang akan disahkan oleh KUA Kec. Gedebage.
Nama Pendaftar :
Email Pendaftar :
Tlp / HP Pendaftar :
Lengkapi Kotak daftar ini :
Image Verification
captcha
Silahkan Tulis Text Yang tertera di gambar! [Refresh Image] [What's This?]
   

Taqwa Sebagai Bekal Terbaik

Taqwa Sebagai Bekal Terbaik


Ketika kita bepergian, kita biasa menyiapakan perbekalan untuk selama di perjalanan. Tujuannya, agar kita dapat memenuhi segala hingga sampai di tempat yang di tuju.
 
Pertanyaannya, apakah kita telah mempersiapkan bekal perjalanan menuju Allah Swt.? Perjalanan meniju Allah penuh dengan tantangan, hambatan, dan godaan. Jadi, sudah barang tentu kita harus mempersiapkan bekal yang banyak yang dapat mencukupi segala kebutuhan kita.
 
Namun, bekal menuju Allah bukanlah dalam bentuk materi. Bukan mobil, bukan, nasi, bukan pula uang dan lain sebagainya. Tetapi bekal perjalanan menjumpai Allah adalah ketaqwaan. Allah Swt berfirman: FATAJAWWADUU FA INNA KHAIROJ JAADIT TAQWA. Artinya, "Berbekallah kalian semua (untuk menghadap-KU), sesungguhnya bekal terbaik adalah Ketaqwaan."

Selain merupakan bekal terbaik kita dalam perjalanan menuju Allah Swt., Ketaqwaan memiliki banyak keuntungan. Di antara keuntungan yang didapatkan oleh orang yang bertaqwa, terdapat lima hal yang disebutkan dalam al-Quran Surat ath-Thalaq ayat 2 sampai 5:

Pertama, di ujung ayat kedua disebutkan WAMAY YATTAQILLAAHA YAJ'AL LAHUU MAKHROJA; barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari semua masalahnya.

Kedua, di awal ayat ketiga dikatakan, WA YARZUQHU MIN HAITSU LAA YAHTASIB; Allah akan menganugerahkan Rizqi yang melimpah dari arah yang tidak pernah terkira. Dalam jumlah yang melimpah ruah.

Hal tersebut karena, kata LAA YAHTASIB, menurut para ahli Tafsir, maknanya dua, yaitu (1) Arah datangnya rizqi tidak pernah kita duga sebelumnya. Sedangkan (2) maknanya adalah rizqi yang kita peroleh jumlahnya tidak terhitung banyaknya. WA IN TA'UDDUU NI'MATALLOHI LAA TUHSHUUHA.

Ketiga, di ujung ayat keempat diungkapkan WAMAY TTAQILLAAHA YAJ'AL LAHUU MIN AMRIHI YUSRA; barang siapa yang bertaqwa, maka Allah akan permudah segala urusannya.

Keempat, di tengah ayat ke lima disebutkan: WAMAY YATTAQILLAAHA YUKAFFIR ANHU SAYYIAATIHI; barang siapa bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan menghapus segala kesalahannya.

Terakhir yang kelima, di ujung ayat ke lima: WA YU'DHIM LAHUU AJRA; Allah akan melipatgandakan semua pahala yang diberikan kepada orang yang bertaqwa.

Dengan demikian, teranglah kepada kita. Bahwa ketaqwaan tidak hanya memiliki keuntungan yang berorientasi ukhrawi, tetapi pada saat yang sama orang yang bertaqwa akan mendapatkan keuntungan duniawi.
 
Semoga kita menjadi hamba Allah yang bertaqawa dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya.

CINTA / AL-MAHABBAH / AL-HUBB

CINTA/AL-MAHABBAH/AL-HUBB
Oleh: Ucup Pathudin Almaarif

Q.S. âli Imrân: 31;

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Q.S. Al-Tawbat: 24;

Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.


  1. Cinta sebagai sumber penciptaan makhluk;
    كنت كنزا مخفيا فأحببت أن أعرف فخلقت الخلق ليعرفونى بى
     
  2. Cinta sumber kebersamaan, baik dalam bahagia atau nestapa; dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim tentang peristiwa yang terjadi pada Rasulullah Saw. ketika bersama Anas bin Malik yang didatangi seseorang, ia bertanya: "Kapankah kiamat datang, ya Rasulullah?", lalu Rasulullah Saw. balik bertanya: "Apa yang telah kamu siapkan untuk menghadapinya?". Ia menjawab: "Aku belum bersiap-siap dengan apapun, baik shalat, infaq, dan haji. Tetapi aku sangat mencintai Allah dan Rasulnya". Lalu Rasulullah Saw.bersabda:
    أنت مع من أحببت

    Dalam Shahih Bukhori:
    ألمرأ مع من أحب

  3. Cinta adalah cara merasakan manisnya iman;
    ثلاث من كا ن فيه وجد حلاوة الإيمان أن يكون الله و رسوله أحب إليه من والده وولده والناس أجمعين
    وأن يحب المرأ لا يحبه الا لله
    وأن لا يحب المرأ لا يحبه الا لله
     
  4. Cinta menjadi salah satu golongan yang mendapat perlindungan; Dalam hadits riwayat Bukhori-Muslim:
    ورجلان يتحبا في الله إجتمع عليه وتفرقا عليه

    Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi, tentang lima wasiat Rasulullah Saw:

    وأحب للناس ما تحب لنفسك تكن مسلما

     
  5. Cara mencintai manusia lain;
    لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما تحب لنفسه
     
  1. Cara dicintai Allah; dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:
    حقت محبتى للمتحبين في وحقت محبتى للمتواصلين في وحقت محبتى للمتزاورين في وحقت محبتى للمتباذلين في

     
  2. Cara dicintai Rasul Saw; dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawd dan Al-Nasai:
    يامعاذ والله لأحبك ثم أصيك
    يا معاذ لا تدعن في دبر كل صلاة تقول اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك


    Setelah Khutbah kedua sebagai closing:



    من أحب شيأ كثر ذكره
    علامة حب الله حب ذكرالله وعلامة بغض الله بغض ذكرالله